Rabiah bisri yang dikenal dengan rabiah al-Adawiyah adalah seorang suci yang pertama dalam islam. Ia meninggalkan segala yang bersifat duniawii dan spenuhnya mengabdikan diri dalam doa kepada Allah. Rabiah kehilangan orang tuanya ketika ia masih kecil. 3 kakak perempuannya juga meninggal dunia karena wabah kelaparan yang melanda Basrah. Ia sendiri jatuh ke tangan orang kejam dan dijual sebagai budak dengan harga yang murah.
Si kecil Rabiah menghabiskan waktunya dengan melaksanakan perintah majikannya, malam hari dilaluinya dengan berdoa. Pada suatu malam, majikannya melihat tanda kebesaran rohani Rabiah, ketika Rabiah sedang berdoa kepada Allah. “ Ya Robbi Engkau telah membuatku menjadi budak belian seorang manusia sehingga aku terpaksa mengabdi padanya. Seandainya aku bebas, akku pasti mempersembahkan seluruh waktu dan hidup kuini untuk berdoa kepada-Mu”. Tiba-tiba tampak cahaya di dekat kepalanya, melihat itu majikannya ketakutan dan esok harinya rabiah dibebaskan.
Setelah bebas, ia pergi ke tempat sunyi untuk bermeditasi, datang pinangan dari gubernur Basrah seoarang sufi yang terkenal, Hasan Basri, tetapi Rabiah sibuk mengabdikan dirinya hanya kepada Allah, sehingga sisa waktu sedikit untuk urusan duniawi. Karena itulah semua pinangan ditolak.
Ia punya banyak murid seperti Malik bin Dinar, Raba al-Rais, Syaikh al-Balkhi dan Hasan Basrah, mereka sering mengunjungi Rabiah untuk mendapatkan nasihat atau mendengar ajarannya . ia melarang muridnya untuk menunjukkan perbuatan baik kepaa siapapun. Mereka harus menutupi perbuatan baik seperti perbuatan jahat mereka.
Rabiah adalah seorang sufi yang terkemuka yang mengajarkan kasih syang terhadap Tuhan tanpa pamrih. Konsep yang kemudian yang meluas” aku mengabdi kepada Tuhan tidak untuk mendapatkan apapun jangan takut pada neraka, jangan pula mendambakan syurga. Aku menjadi abdi yang tidak baik jika untuk mendapatkan meteri, aku berkewajiban mengabdi kepada-Nya hanya untuk kasih sayang-Nya saja.
Rabiah meninggal di Basrah tahun 801 H, dimakamkan dimana ia tinggal.waktu ia menghadapi maut. Ia meminta teman-temannya meninggalkan dan menyilahkan utusan Allah lewat, waktu teman-temennya berjalan keluar, mereka mendengar Rabiah membaca syahadah dan ada suara yang menjawab ,” Sukma, tenanglah kembalilahkepada Tuhanmu, legakanlah hati mu pada-Nya, ia akan memberikan kepuasan kepada-Nya.”””
Doa yang tercatat dari Rabiah diantaranya :” Ya Rabbi, bila aku menyembah Mu karena takut neraka, maka bakarlah diriku di dalamnya, bila aku menyembah Mu karena syurga Mu, maka jauhkanlah aku dari sana, namun jika aku menyembah Mu hanya demi engkau maka janganlah Engkau tutup keindahan abadi-Mu.
Minggu, 08 Agustus 2010
Jumat, 06 Agustus 2010
Kepada Engkau Yang Sedang Gelisah
Wahai hati yang sedang gelisah,
apakah yang sedang kau gelisahkan?
Bila engkau belum tahu pasti apa yang menggelisahkan mu,
bagaimana mungkin engkau bisa merasa gelisah?
Sebetulnya, apakah yang sedang kau gelisahkan
Ketahuilah bahwa penderitaan yang paling menyiksa mu,
adalah penderitaan yang tidak pernah datang,
tetapi yang kau ijinkan tumbuh
dalam kekhawatiran- kekhawatiran mu.
Bila kekurangan yang kau rasakan,
mengalahkan nilai dari keberuntungan
yang telah ada pada mu,
maka kegelisahan itu adalah candu bagi pikiran mu.
Kegelisahan yang mencandui mu itu berawal
dari serat-serat sarang laba-laba
dalam angan-angan mu,
yang kemudian kau ijinkan menguat, menajam,
dan mengiris permukaan hati mu yang peka.
Kegelisahan mu akan memotong dan melubangi hati mu,
yang kemudian mengalirkan kecerdasan
dan ketahanan hati mu
ke parit-parit penyia-nyiaan sari kehidupan.
Maka selamatkanlah kecerdasan mu.
lindungilah kecemerlangan hati dan pikiran mu.
dan menangkanlah sari-sari kehidupan dalam diri mu.
Karena sebetulnya,
bila engkau mengerti
kegelisahan adalah mabuknya orang
yang sedang berada di depan penawaran-penawaran besar
bagi kemungkinan- kemungkinan
yang bisa ia capai sebagai pribadi yang mandiri.
Siapa kah di antara mu yang tidak akan tegang
dan gelisah menantikan terbukanya tabir penutup
hadiah besar bagi mu,
untuk sikap, pikiran, dan tindakan mu yang mulia?
Bila yang kau nantikan adalah hadiah
bagi pemuliaan diri mu,
maka itu sama sekali bukanlah kegelisahan
yang mengerdilkan,
tetapi tarian kegembiraan hati mu.
Bila engkau belum memuliakan diri mu sendiri,
maka kegelisahan mu adalah ronta dari keinginan hati mu
untuk membayar penundaan dan pengabaian
dari yang seharusnya sudah kau lakukan.
Engkau adalah jiwa yang dilahirkan mulia,
maka semua kegelisahan mu
adalah upaya hati mu untuk mengembalikan kemuliaan
yang telah menjadi bakat kelahiran mu.
Maka bertindaklah.
Janganlah engkau membatasi kebaikan
yang akan kau lakukan
hanya karena kemungkinan kegagalan,
karena dengannya
kau seperti berupaya membatalkan
sifat Tuhan mu Yang Maha Melindungi,
bagi kerugian mu sendiri.
Itu sebabnya
kau diperintahkan untuk membaca semua tanda,
baik tanda yang akan memuliakan mu,
yang akan menggagalkan mu, dan tanda bagi mu
untuk mencoba lagi dengan lebih berpikir.
Engkau hanya boleh membatasi yang akan kau lakukan
bila ia belum jujur, tidak adil, dan tidak memuliakan.
Janganlah jadikan kemungkinan kecewa mu
sebagai penghambat kerja mu.
Ketahuilah bahwa kegelisahan dalam penundaan
karena rasa takut akan kekecewaan –
adalah perasaan yang lebih buruk
daripada kekecewaan yang sebenarnya.
Kegelisahan mu lebih menyiksa
daripada kekecewaan mu.
Alam menciptakan mu kuat, ... kuat sekali,
tetapi
alam tidak menciptakan mu cukup kuat
untuk secara sekaligus menggembalakan
penyesalan-penyesal an masa lalu mu,
menyelesaikan tugas-tugas mu hari ini,
dan membesarkan kekhawatiran- kekhawatiran mu
di masa depan.
Itu sebabnya alam memberi mu kecerdasan
untuk mendahulukan yang seharusnya kau dahulukan,
dan meninggalkan yang seharusnya kau tinggalkan.
Hanya dengannya engkau akan disebut bijak,
karena kebijakan adalah kecerdasan
dalam mengutamakan yang baik.
Engkau berhak untuk bergembira.
Engkau berwenang untuk merajut kegembiraan mu
menjadi permadani kebahagiaan mu.
Janganlah kau gunakan kegelisahan yang maya itu
untuk menggantikan hak nyata mu
untuk berbahagia.
Janganlah engkau membatalkan yang mungkin bagi mu
dengan kegemaran mu mendahulukan kekhawatiran
tentang yang hanya akan terjadi
bila kau menghindari kebijakan.
Janganlah engkau bertahan berbaring di dalam bayangan
dan mengeluhkan kurangnya cahaya di atas kepala mu.
Bangunlah, dan melangkahlah ke luar
dan temuilah cahaya dari pengertian-pengerti an baik
yang telah mencerahkan
saudara-saudara mu
bahkan jauh sebelum kelahiran mu.
Majulah dan perbaikilah sudut pandang mu,
agar lebih mungkin bagi mu
untuk melihat masa depan yang lebih cerah.
Berdamailah dengan keadaan mu,
karena apa pun keadaan mu sekarang
adalah keadaan dari mana engkau
akan mencapai semua kecemerlangan mu.
Engkau akan membatalkan perjalanan mu
mendaki tempat-tempat yang naik,
bila engkau menolak menggunakan tanah yang rendah
sebagai pijakan awal mu.
Pencerahan adalah penerimaan yang ikhlas
tentang yang benar.
Bila engkau tidak menemukan jalan keluar
dalam kegelisahan mu,
maka berpalinglah engkau
kepada pengertian yang benar;
karena pencerahan mu
adalah penerimaan mu yang ikhlas
tentang yang benar.
Dan
bila engkau telah ikhlas dengan yang benar,
engkau akan mampu mendengar keheningan
dalam kebisingan,
dan engkau akan melihat sinar
dalam kegelapan.
Bila cinta mu kepada kemuliaan
membuat mu bimbang dan bertanya
apakah engkau akan ditemukan,
dan
apakah engkau akan dicari,
dengarkanlah ini.
Engkau yang meninggikan akan ditinggikan,
engkau yang membesarkan akan dibesarkan.
Maka
bila engkau menemukan bagi saudara mu
yang belum menemukan,
engkau akan ditemukan;
bila engkau mencarikan bagi saudara mu
yang sulit mencari,
engkau akan dicari.
Bila Tuhan mu adalah keyakinan mu,
maka Tuhan mu adalah dasar dari semua keyakinan mu.
Ini aku katakan kepada mu
agar engkau mengingat
bahwa keraguan mu tidak boleh mendekati
pelemahan keyakinan mu kepada Beliau.
Demikian besar kah kesusahan mu
sehingga engkau mengecilkan nilai Tuhan mu bagi mu?
Beliau,
Tuhan mu Yang Maha Pengasih,
menunggu mu
agar engkau datang bermanja-manja kepada-Nya
meminta maaf karena keraguan mu,
mengembalikan kesadaran mu
kedalam kasih sayang Beliau.
Beliau ingin mendengar mu berjanji lagi
dengan meminjam kesungguhan
dari janji mu yang terakhir,
bahwa engkau tidak akan lupa lagi,
bahwa apa pun yang terjadi
adalah untuk kebaikan mu.
Mintalah pengertian Beliau
agar Beliau bersabar
dan tetap mencintai mu
dengan naik dan turun hati mu,
karena engkau sedang belajar
untuk selalu memperbarui iman mu.
Katakanlah bahwa engkau telah mengerti
bahwa semua upaya dan hasil mu tidak penting
bila dalam pencapaiannya
engkau menjauh dari-Nya.
Berjanjilah kepada Tuhan mu,
bahwa dalam keraguan mu yang akan datang,
engkau akan menjaga diri mu
bermanja-manja dekat dengan-Nya;
karena engkau tahu
bahwa bila Beliau berkenan
tidak ada yang tidak akan Beliau berikan
kepada mu,
meskipun apa pun,
karena
engkau adalah kekasih Tuhan.
Bila Beliau berkenan.
Seberapa jauh pun perjalanan mu,
engkau akan sampai bila engkau dekat dengan-Nya.
Seberapa sulit pun pencarian mu,
engkau akan menemukan
bila engkau mencari.
Seberapa jauh pun engkau hilang,
engkau akan dicari dan ditemukan
bila engkau mencarikan jalan
bagi saudara mu yang kehilangan jalan.
Maka bila kegelisahan datang lagi kepada mu,
sambutlah ia dengan penghormatan bagai kepada tamu
yang membutuhkan pengertian baik.
Sesungguhnya,
kegelisahan mu hanyalah kekuatan mu
yang sedang kebingungan.
Maka, damaikanlah diri mu.
Pulihkanlah jiwa mu
kepada keindahan asli mu.
Keindahan jiwa mu
adalah sumber dari semua kekuatan mu
apakah yang sedang kau gelisahkan?
Bila engkau belum tahu pasti apa yang menggelisahkan mu,
bagaimana mungkin engkau bisa merasa gelisah?
Sebetulnya, apakah yang sedang kau gelisahkan
Ketahuilah bahwa penderitaan yang paling menyiksa mu,
adalah penderitaan yang tidak pernah datang,
tetapi yang kau ijinkan tumbuh
dalam kekhawatiran- kekhawatiran mu.
Bila kekurangan yang kau rasakan,
mengalahkan nilai dari keberuntungan
yang telah ada pada mu,
maka kegelisahan itu adalah candu bagi pikiran mu.
Kegelisahan yang mencandui mu itu berawal
dari serat-serat sarang laba-laba
dalam angan-angan mu,
yang kemudian kau ijinkan menguat, menajam,
dan mengiris permukaan hati mu yang peka.
Kegelisahan mu akan memotong dan melubangi hati mu,
yang kemudian mengalirkan kecerdasan
dan ketahanan hati mu
ke parit-parit penyia-nyiaan sari kehidupan.
Maka selamatkanlah kecerdasan mu.
lindungilah kecemerlangan hati dan pikiran mu.
dan menangkanlah sari-sari kehidupan dalam diri mu.
Karena sebetulnya,
bila engkau mengerti
kegelisahan adalah mabuknya orang
yang sedang berada di depan penawaran-penawaran besar
bagi kemungkinan- kemungkinan
yang bisa ia capai sebagai pribadi yang mandiri.
Siapa kah di antara mu yang tidak akan tegang
dan gelisah menantikan terbukanya tabir penutup
hadiah besar bagi mu,
untuk sikap, pikiran, dan tindakan mu yang mulia?
Bila yang kau nantikan adalah hadiah
bagi pemuliaan diri mu,
maka itu sama sekali bukanlah kegelisahan
yang mengerdilkan,
tetapi tarian kegembiraan hati mu.
Bila engkau belum memuliakan diri mu sendiri,
maka kegelisahan mu adalah ronta dari keinginan hati mu
untuk membayar penundaan dan pengabaian
dari yang seharusnya sudah kau lakukan.
Engkau adalah jiwa yang dilahirkan mulia,
maka semua kegelisahan mu
adalah upaya hati mu untuk mengembalikan kemuliaan
yang telah menjadi bakat kelahiran mu.
Maka bertindaklah.
Janganlah engkau membatasi kebaikan
yang akan kau lakukan
hanya karena kemungkinan kegagalan,
karena dengannya
kau seperti berupaya membatalkan
sifat Tuhan mu Yang Maha Melindungi,
bagi kerugian mu sendiri.
Itu sebabnya
kau diperintahkan untuk membaca semua tanda,
baik tanda yang akan memuliakan mu,
yang akan menggagalkan mu, dan tanda bagi mu
untuk mencoba lagi dengan lebih berpikir.
Engkau hanya boleh membatasi yang akan kau lakukan
bila ia belum jujur, tidak adil, dan tidak memuliakan.
Janganlah jadikan kemungkinan kecewa mu
sebagai penghambat kerja mu.
Ketahuilah bahwa kegelisahan dalam penundaan
karena rasa takut akan kekecewaan –
adalah perasaan yang lebih buruk
daripada kekecewaan yang sebenarnya.
Kegelisahan mu lebih menyiksa
daripada kekecewaan mu.
Alam menciptakan mu kuat, ... kuat sekali,
tetapi
alam tidak menciptakan mu cukup kuat
untuk secara sekaligus menggembalakan
penyesalan-penyesal an masa lalu mu,
menyelesaikan tugas-tugas mu hari ini,
dan membesarkan kekhawatiran- kekhawatiran mu
di masa depan.
Itu sebabnya alam memberi mu kecerdasan
untuk mendahulukan yang seharusnya kau dahulukan,
dan meninggalkan yang seharusnya kau tinggalkan.
Hanya dengannya engkau akan disebut bijak,
karena kebijakan adalah kecerdasan
dalam mengutamakan yang baik.
Engkau berhak untuk bergembira.
Engkau berwenang untuk merajut kegembiraan mu
menjadi permadani kebahagiaan mu.
Janganlah kau gunakan kegelisahan yang maya itu
untuk menggantikan hak nyata mu
untuk berbahagia.
Janganlah engkau membatalkan yang mungkin bagi mu
dengan kegemaran mu mendahulukan kekhawatiran
tentang yang hanya akan terjadi
bila kau menghindari kebijakan.
Janganlah engkau bertahan berbaring di dalam bayangan
dan mengeluhkan kurangnya cahaya di atas kepala mu.
Bangunlah, dan melangkahlah ke luar
dan temuilah cahaya dari pengertian-pengerti an baik
yang telah mencerahkan
saudara-saudara mu
bahkan jauh sebelum kelahiran mu.
Majulah dan perbaikilah sudut pandang mu,
agar lebih mungkin bagi mu
untuk melihat masa depan yang lebih cerah.
Berdamailah dengan keadaan mu,
karena apa pun keadaan mu sekarang
adalah keadaan dari mana engkau
akan mencapai semua kecemerlangan mu.
Engkau akan membatalkan perjalanan mu
mendaki tempat-tempat yang naik,
bila engkau menolak menggunakan tanah yang rendah
sebagai pijakan awal mu.
Pencerahan adalah penerimaan yang ikhlas
tentang yang benar.
Bila engkau tidak menemukan jalan keluar
dalam kegelisahan mu,
maka berpalinglah engkau
kepada pengertian yang benar;
karena pencerahan mu
adalah penerimaan mu yang ikhlas
tentang yang benar.
Dan
bila engkau telah ikhlas dengan yang benar,
engkau akan mampu mendengar keheningan
dalam kebisingan,
dan engkau akan melihat sinar
dalam kegelapan.
Bila cinta mu kepada kemuliaan
membuat mu bimbang dan bertanya
apakah engkau akan ditemukan,
dan
apakah engkau akan dicari,
dengarkanlah ini.
Engkau yang meninggikan akan ditinggikan,
engkau yang membesarkan akan dibesarkan.
Maka
bila engkau menemukan bagi saudara mu
yang belum menemukan,
engkau akan ditemukan;
bila engkau mencarikan bagi saudara mu
yang sulit mencari,
engkau akan dicari.
Bila Tuhan mu adalah keyakinan mu,
maka Tuhan mu adalah dasar dari semua keyakinan mu.
Ini aku katakan kepada mu
agar engkau mengingat
bahwa keraguan mu tidak boleh mendekati
pelemahan keyakinan mu kepada Beliau.
Demikian besar kah kesusahan mu
sehingga engkau mengecilkan nilai Tuhan mu bagi mu?
Beliau,
Tuhan mu Yang Maha Pengasih,
menunggu mu
agar engkau datang bermanja-manja kepada-Nya
meminta maaf karena keraguan mu,
mengembalikan kesadaran mu
kedalam kasih sayang Beliau.
Beliau ingin mendengar mu berjanji lagi
dengan meminjam kesungguhan
dari janji mu yang terakhir,
bahwa engkau tidak akan lupa lagi,
bahwa apa pun yang terjadi
adalah untuk kebaikan mu.
Mintalah pengertian Beliau
agar Beliau bersabar
dan tetap mencintai mu
dengan naik dan turun hati mu,
karena engkau sedang belajar
untuk selalu memperbarui iman mu.
Katakanlah bahwa engkau telah mengerti
bahwa semua upaya dan hasil mu tidak penting
bila dalam pencapaiannya
engkau menjauh dari-Nya.
Berjanjilah kepada Tuhan mu,
bahwa dalam keraguan mu yang akan datang,
engkau akan menjaga diri mu
bermanja-manja dekat dengan-Nya;
karena engkau tahu
bahwa bila Beliau berkenan
tidak ada yang tidak akan Beliau berikan
kepada mu,
meskipun apa pun,
karena
engkau adalah kekasih Tuhan.
Bila Beliau berkenan.
Seberapa jauh pun perjalanan mu,
engkau akan sampai bila engkau dekat dengan-Nya.
Seberapa sulit pun pencarian mu,
engkau akan menemukan
bila engkau mencari.
Seberapa jauh pun engkau hilang,
engkau akan dicari dan ditemukan
bila engkau mencarikan jalan
bagi saudara mu yang kehilangan jalan.
Maka bila kegelisahan datang lagi kepada mu,
sambutlah ia dengan penghormatan bagai kepada tamu
yang membutuhkan pengertian baik.
Sesungguhnya,
kegelisahan mu hanyalah kekuatan mu
yang sedang kebingungan.
Maka, damaikanlah diri mu.
Pulihkanlah jiwa mu
kepada keindahan asli mu.
Keindahan jiwa mu
adalah sumber dari semua kekuatan mu
Sabtu, 31 Juli 2010
CINTA

sekalipun cinta ku uraikan dan ku jelasakn panjang lebar namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keterangan ku sendiri meskipun lidah telah mampu menguraikan dengan terang namun tanpa lidah,,,, cinta ternyata lebih terang sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta dalam menguraikan cinta akal terbaring tak berdaya bagaikan keledai dalam lumpur cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan.
Manusia-manusia Langit

Jadilah manusia-manusia langit yg dg sayapnya dpt meringankan beban bumi Jadilah manusia-manusia langit yg dg biru lembutnya mmpu m'berikan keteduhan pd bumi Jadilah manusia-manusia langit dg sejuta ke utamannya Ia istimewa krn rela berkorban, dgn tubuhnya Ia payungi bumi agar tidak kepanasan Ia menjadi mulia krn baginya memberi @ sebuah keindahan Tapi ,,,,,,,,,, manusia langit bukan segalanya diatas kecantikannya ,,,, Allah lah yg menyempurnakan manusia bukan segalanya sayapnya bisa lelah, birunya dpt tertutup dg awan hitam tubuhnya tidak mampu menutup seluruh bumi Dan Ia pun perlu menerima menerima sebuah kekuatan untuk menjalankan tugasnya. karenanya ,,,,,,,,,,,,,, di pagi hari Ia berdzikir saat siang Ia bekerja dan malam hari Ia berkhidmat dengan Rabbnya sebab,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, " Tanpa Rabbnya Ia pasti bukan apa-apa "
Ikhwan-ikhwan Sejati
Seorang ikhwan remaja bertanya kepada ibunya tentang ikhwan sejati...ibunya lalau menceritakan ikhwan sejati dengan senyuman lalu menjawab
ikhwan sejati tidak dilihat dr bahu yg kekar'y tp dilihat dr ksih syang'y kpd org di sklling'y
ikhwan sejati tidak dilihat dr suara'y yg lantang tp dr klembutan'y dlm mngatakan kbnran
ikhwan sejati tidak dilihat dr jumlah shbat'y tp skap b'shbat'y pd gnerasi muda
ikhwan sejati bkan dilihat dr bgaimana dihormati di tempat krja melainkan, bgmna ia dhrmati di rmah
ikhwan sejati bkan dilihat dr kras'y pkulan tp dr skap bijak'y mmhami msalah
ikhwan sejati bkan diihat dr dada'y yg bidang tp dilihat dr hati'y yg ad dibalik it
ikhwan sejati bkan dilihat dr bnyak'y akhwat yg memuja tp dr komitmen'y trhdap akhwat yg disyangi
ikhwan sejati bkan dilihat dr jmlah barbel yg di bebani'y tp dr tbah'y dy mnjlni lika-liku khdupan
ikhwan sejati bkan dilihat dr krasn'y mmbaca alqur'an tp dr konsistensi'y mnjlkan ap yg dbca'y........
ikhwan sejati tidak dilihat dr bahu yg kekar'y tp dilihat dr ksih syang'y kpd org di sklling'y
ikhwan sejati tidak dilihat dr suara'y yg lantang tp dr klembutan'y dlm mngatakan kbnran
ikhwan sejati tidak dilihat dr jumlah shbat'y tp skap b'shbat'y pd gnerasi muda
ikhwan sejati bkan dilihat dr bgaimana dihormati di tempat krja melainkan, bgmna ia dhrmati di rmah
ikhwan sejati bkan dilihat dr kras'y pkulan tp dr skap bijak'y mmhami msalah
ikhwan sejati bkan diihat dr dada'y yg bidang tp dilihat dr hati'y yg ad dibalik it
ikhwan sejati bkan dilihat dr bnyak'y akhwat yg memuja tp dr komitmen'y trhdap akhwat yg disyangi
ikhwan sejati bkan dilihat dr jmlah barbel yg di bebani'y tp dr tbah'y dy mnjlni lika-liku khdupan
ikhwan sejati bkan dilihat dr krasn'y mmbaca alqur'an tp dr konsistensi'y mnjlkan ap yg dbca'y........
Bila Aku Jatuh Cinta

Ya Allah, jika aku jatuh cinta cintakan aku pada seseorang yg melabuhkan cintanya pada cinta Mu agar bertambah kekuatanku untuk mencintai Mu Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada Mu Ya Allah, jika aku jatuh hati Izinkan aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada Mu agar aku tidak jatuh dalam jurang cinta semu Ya Rabbana, jika aku jatuh hati Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati Mu Ya Rabbul izzati, jika aku rindu Rindukan aku pada seseorang yang merindui syahid dijalan Mu Ya Allah, jika aku rindu Jagalah rinduku padanya agar aku tidak lalai merindukan surga Mu Ya Allah, jika aku meni'mati cinta kekasih Mu Janganlah kenikmatan itu melebihi keni'matan indahnya bermunajat Disepertiga malam terakhir Mu Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih Mu Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada Mu Ya Allah, jika engkau halalkan aku merindui kekasih Mu Jangan biarkan aku melampaui batas Sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya milik Miu
Kamis, 29 Juli 2010
Maria al-Qibthiyah.... Gadis Mesir yang dipersunting Rasulullah Saw
Dari sekian banyak istri Rasulullah saw, hanya dua yang memberi beliau keturunan, salah satunya ialah Maria al-Qibthiyah, gadis bangsawan yang dihadiahkan Raja Maqouqis sebagai penghormatan rakyat Mesir kepada Rasulullah saw. Kecantiakn wajah dan kemuliaan pekertinya sempat membuat iri istri Rasulullah saw lainnya, terutama Aisyah r.a
Sejak dulu, perempuan Mesir sudah tersohor akan kecantikan wajahnya.
Mulai dari Ratu Nevertiti, istri Raja Akhnatoon yang memerintah Mesir pada abad XIV, hingga Cleopatra yang hidup pada abad berikutnya, kecantikan itu pula menghiasi Maria, putri bangsawan dari kaum Qibthy, salah satu suku terpandang di Mesir. Bersama Sirin, adik permpuannya, Maria hidup berkecukupan dan tinggal di istana Raja Maqouqis, seorang pembesar kaum Qibthy.
Meski hidup bergelimangan harta dan kemewahan, hati Maria selalu hampa. Bila malam tiba, Maria sering menyendiri sambil memandang bulan dan kerlip bintang yang menghiasi langit. Angannya membara dan kerap dirundung berbagai pertanyaan, siapakah yang telah menciptakan semua itu. Hingga akhirnya, datanglah tamu dari Jazirah Arabia. Seorang pria bernama Hateb bin Abi Balta’ah yang diutus Nabi Muhammad bin Abdullah untuk menyampaikan sepucuk surat kepada Muqouqis.
Pemimpin kaum Qibthy ini telah mendengar akan datangnya seorang Nabi yang akan mengajak manusia untuk memeluk agama baru, yaitu Islam. Sehingga kedatangan Hateb disambut dengan kehangatan. Sayangnya, tak semua kaum Qibthy bersedia mengubah keyakinan mereka untuk menganut Islam. Agar tidak menimbulkan perpecahan diantara mereka, Muqouqis meminta maaf kepada Hateb dan berharap utusan Rasulullah saw itu dapat memahami kondisi yang menimpa kaumnya.
Sebagai balasan atas kunjungan Hateb, Muqouqis menitipkan dua orang gadis Qibhty dari keturunan terpandang yang diyakini bisa menjadi muslimah sesuai harapan Rasulullahsaw. Gadis yang dimaksud itu ialah Maria dan Sirin, adiknya.
MENJADI ISTRI RASULULLAH SAW
Pertemuan Rasulullah saw dengan Maria akhirnya menjadi jawaban atas segala kegelisahan yang dirasakannya selama ini. Sikap Rasulullah saw yang lembut dan laksana air sejuk mampu menyirami kalbu Maria. Semakin Maria mengenal Islam, semakin Maria mantap jiwanya untuk memeluk Islam.
Setelah beberapa lama menetap di Madinah, akhirnya Rasulullah saw menyunting Maria sebagai istri sedangkan Sirin menikah dengan seorang penyair bernama Hasan binTsabit.
Rasa cinta dan hormatnya kepada Rasulullah saw, membuat Maria berusaha untuk menyesuaikan diri dengan para Istri Rasulullah saw yang lainnya. termasuk, meninggalkan segala kemewahan dan belajar hidup sederhana sebagai Ummul Mu'minin. Sayangnya, kehadiran Maria juga menimbulkan rasa cemburu di kalangan istri Rasulullah saw yang lainnya, apalagi setelah kelahiran Ibrahim, buah cintanya dengan Rasulullah saw. karena hanya dari Siti Khodijah dan Maria lah, Rasulullalh saw memperoleh keturunan.
Perhatian Rasulullah saw yang terpusat pada dirinya sejak lahirnya Ibrahim, tak pelak membuat sayyidah Aisyah binti Abu Bakar dibelit rasa cemburu, sambil menggendong Ibrahim. Tanpa menaruh prasangka apapun, Rasulullah saw memperlihatkan anaknya Ibrahim kepada Aisyah dan menyatakan betapa miripnya Dia dengan Ibrahim. Namun Aisyah, hanya menjawab dingin. Hati perempuan ini menangis karena dia pun sangat berharap bisa melahirkan anak dari Rasulullah.
DUKA MARIA
Dalam kecemburuannya terhadap Maria, Aisyah berkata kepada Istri Rasulullah saw yang lainnya, " tidak pernah aku menaruh raa cemburu kepada perempuan manapun kecuali kepada Maria, karena ia memperoleh anak dari Rasulullah sedangkan kita tidak mendapatkannya".
Melihat sikap para istrinya terhadap Maria, Rasulullah saw menjadi sedih dan banyak berdiam diri. Siang dan malam beliau memanjatkan doa dan memohon ampunan kepada Allah atas kemelut yang menimpa keluarganya.
Setelah bisa mengingatkan para istrinya,, cobaan datang menimpa Rasulullah saw dan Maria. Ibrahimm sang buah hati mendadak sakit dan meninggal dunia di usia yang belum menginjak 2 tahun. Tidak dapat dilukiskan lagi kesedihan hati Rasulullah sampai beliau menitikkan air mata. Direngkuhnya Maria yang dirundung kesedihan seraya mengatakan " sesungguhnya buat Ibrahim telah disediakan seseorang untuk menyusuinya di surga". mendengar ucapan Rasulullah saw yang menyejukkan qalbu itu, maka akhirnya Maria mampu melepasakan kepergian buah hatinya dengan penuh ikhlas.
Sejak kepergian Ibrahim, seolah ada yang hilang dari kehidupan Maria meski ia menangisinya dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah namun,selimut duka nyatanya belum mau beranjak dari kehidupan Maria. Tak lama Ibrahim menutup mata, Rasulullah saw pun meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya. Hati perempuan mana yang tak lara, hidup di negeri orang, jauh dari sanak keluarga, dan ditinggal pula oleh orang-orang yang sangat dicintainya.
Sepeninggalan Rasulullah saw dan Ibrahim, Maria lebih banyak mengurung diri sambil terus memanjatkan doa kepada Allah. Sampai akhir hayatnya, Maria dikenal sebagai muslimah yang sangat taat kepada Allah. Ketika perempuan disekelilingnya mencemooh dan menaruh iri kepadanya, Maria tetap sabar dan tak pernah putus ibadadah.
Sejak dulu, perempuan Mesir sudah tersohor akan kecantikan wajahnya.
Mulai dari Ratu Nevertiti, istri Raja Akhnatoon yang memerintah Mesir pada abad XIV, hingga Cleopatra yang hidup pada abad berikutnya, kecantikan itu pula menghiasi Maria, putri bangsawan dari kaum Qibthy, salah satu suku terpandang di Mesir. Bersama Sirin, adik permpuannya, Maria hidup berkecukupan dan tinggal di istana Raja Maqouqis, seorang pembesar kaum Qibthy.
Meski hidup bergelimangan harta dan kemewahan, hati Maria selalu hampa. Bila malam tiba, Maria sering menyendiri sambil memandang bulan dan kerlip bintang yang menghiasi langit. Angannya membara dan kerap dirundung berbagai pertanyaan, siapakah yang telah menciptakan semua itu. Hingga akhirnya, datanglah tamu dari Jazirah Arabia. Seorang pria bernama Hateb bin Abi Balta’ah yang diutus Nabi Muhammad bin Abdullah untuk menyampaikan sepucuk surat kepada Muqouqis.
Pemimpin kaum Qibthy ini telah mendengar akan datangnya seorang Nabi yang akan mengajak manusia untuk memeluk agama baru, yaitu Islam. Sehingga kedatangan Hateb disambut dengan kehangatan. Sayangnya, tak semua kaum Qibthy bersedia mengubah keyakinan mereka untuk menganut Islam. Agar tidak menimbulkan perpecahan diantara mereka, Muqouqis meminta maaf kepada Hateb dan berharap utusan Rasulullah saw itu dapat memahami kondisi yang menimpa kaumnya.
Sebagai balasan atas kunjungan Hateb, Muqouqis menitipkan dua orang gadis Qibhty dari keturunan terpandang yang diyakini bisa menjadi muslimah sesuai harapan Rasulullahsaw. Gadis yang dimaksud itu ialah Maria dan Sirin, adiknya.
MENJADI ISTRI RASULULLAH SAW
Pertemuan Rasulullah saw dengan Maria akhirnya menjadi jawaban atas segala kegelisahan yang dirasakannya selama ini. Sikap Rasulullah saw yang lembut dan laksana air sejuk mampu menyirami kalbu Maria. Semakin Maria mengenal Islam, semakin Maria mantap jiwanya untuk memeluk Islam.
Setelah beberapa lama menetap di Madinah, akhirnya Rasulullah saw menyunting Maria sebagai istri sedangkan Sirin menikah dengan seorang penyair bernama Hasan binTsabit.
Rasa cinta dan hormatnya kepada Rasulullah saw, membuat Maria berusaha untuk menyesuaikan diri dengan para Istri Rasulullah saw yang lainnya. termasuk, meninggalkan segala kemewahan dan belajar hidup sederhana sebagai Ummul Mu'minin. Sayangnya, kehadiran Maria juga menimbulkan rasa cemburu di kalangan istri Rasulullah saw yang lainnya, apalagi setelah kelahiran Ibrahim, buah cintanya dengan Rasulullah saw. karena hanya dari Siti Khodijah dan Maria lah, Rasulullalh saw memperoleh keturunan.
Perhatian Rasulullah saw yang terpusat pada dirinya sejak lahirnya Ibrahim, tak pelak membuat sayyidah Aisyah binti Abu Bakar dibelit rasa cemburu, sambil menggendong Ibrahim. Tanpa menaruh prasangka apapun, Rasulullah saw memperlihatkan anaknya Ibrahim kepada Aisyah dan menyatakan betapa miripnya Dia dengan Ibrahim. Namun Aisyah, hanya menjawab dingin. Hati perempuan ini menangis karena dia pun sangat berharap bisa melahirkan anak dari Rasulullah.
DUKA MARIA
Dalam kecemburuannya terhadap Maria, Aisyah berkata kepada Istri Rasulullah saw yang lainnya, " tidak pernah aku menaruh raa cemburu kepada perempuan manapun kecuali kepada Maria, karena ia memperoleh anak dari Rasulullah sedangkan kita tidak mendapatkannya".
Melihat sikap para istrinya terhadap Maria, Rasulullah saw menjadi sedih dan banyak berdiam diri. Siang dan malam beliau memanjatkan doa dan memohon ampunan kepada Allah atas kemelut yang menimpa keluarganya.
Setelah bisa mengingatkan para istrinya,, cobaan datang menimpa Rasulullah saw dan Maria. Ibrahimm sang buah hati mendadak sakit dan meninggal dunia di usia yang belum menginjak 2 tahun. Tidak dapat dilukiskan lagi kesedihan hati Rasulullah sampai beliau menitikkan air mata. Direngkuhnya Maria yang dirundung kesedihan seraya mengatakan " sesungguhnya buat Ibrahim telah disediakan seseorang untuk menyusuinya di surga". mendengar ucapan Rasulullah saw yang menyejukkan qalbu itu, maka akhirnya Maria mampu melepasakan kepergian buah hatinya dengan penuh ikhlas.
Sejak kepergian Ibrahim, seolah ada yang hilang dari kehidupan Maria meski ia menangisinya dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah namun,selimut duka nyatanya belum mau beranjak dari kehidupan Maria. Tak lama Ibrahim menutup mata, Rasulullah saw pun meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya. Hati perempuan mana yang tak lara, hidup di negeri orang, jauh dari sanak keluarga, dan ditinggal pula oleh orang-orang yang sangat dicintainya.
Sepeninggalan Rasulullah saw dan Ibrahim, Maria lebih banyak mengurung diri sambil terus memanjatkan doa kepada Allah. Sampai akhir hayatnya, Maria dikenal sebagai muslimah yang sangat taat kepada Allah. Ketika perempuan disekelilingnya mencemooh dan menaruh iri kepadanya, Maria tetap sabar dan tak pernah putus ibadadah.
Langganan:
Postingan (Atom)